Contact Us
Find Our Page
// Instagram
// Follow Us

The Art of Doing Nothing (Niksen): Melawan Budaya Produktivitas Berlebihan

Alinear Indonesia
28 February 2026
100
The Art of Doing Nothing (Niksen): Melawan Budaya Produktivitas Berlebihan

"Menemukan kembali ketenangan melalui filosofi Belanda yang merayakan momen tanpa tujuan sebagai bentuk pemulihan jiwa yang paling murni."

Photo by Annie Spratt on Unsplash
 
Di era di mana setiap detik waktu dihargai berdasarkan hasil yang nyata, konsep "tidak melakukan apa pun" sering kali dianggap sebagai sebuah anomali sosial. Masyarakat modern kerap terjebak dalam hustle culture yang memuja kesibukan dan memandang waktu luang sebagai kegagalan produktivitas. Namun, muncul sebuah antitesis kuat dari Belanda yang dikenal sebagai Niksen. Secara harfiah berarti "tidak melakukan apa pun", Niksen bukanlah meditasi yang menuntut fokus atau mindfulness yang mengandalkan kesadaran penuh. Niksen adalah seni untuk benar-benar melepaskan diri dari tujuan, membiarkan pikiran mengembara tanpa arah, dan membiarkan tubuh hanya "ada" tanpa beban pencapaian. Di Alinear, Niksen dipandang sebagai tindakan radikal untuk mengambil kembali kendali atas kesehatan mental di dunia yang tidak pernah berhenti menuntut.
 
"Produktivitas sejati sering kali dimulai dari keberanian untuk berhenti sejenak; karena otak yang lelah tidak akan pernah bisa melahirkan ide yang cemerlang."
 

Photo by Juli Kosolapova on Unsplash 
 
Secara psikologis, otak manusia mengalami kelelahan kronis akibat stimulasi digital dan tuntutan multitasking yang konstan. Niksen bekerja dengan cara mengistirahatkan sistem eksekutif otak dan mengaktifkan Default Mode Network (DMN)—area otak yang menyala saat seseorang melamun atau tidak fokus pada tugas tertentu. Saat DMN aktif, otak mulai melakukan konsolidasi memori dan menghubungkan ide-ide yang sebelumnya tidak berkaitan. Inilah alasan mengapa solusi terbaik sering kali muncul saat seseorang sedang menatap jendela tanpa tujuan atau sekadar duduk di bangku taman. Niksen memberikan ruang bagi kreativitas untuk tumbuh secara organik, tanpa paksaan tenggat waktu atau target.
 
 
Mempraktikkan Niksen di tengah lingkungan urban yang bising membutuhkan ketegasan personal. Hal ini bisa berarti duduk diam selama 10 menit tanpa gawai, mendengarkan rintik hujan tanpa menganalisis perasaan, atau sekadar memperhatikan lingkungan sekitar tanpa niat bersosialisasi. Tantangan terbesarnya adalah rasa bersalah yang sering muncul saat merasa "tidak produktif". Istirahat bukanlah hadiah bagi produktivitas, melainkan prasyarat utama baginya. Dengan melegalkan Niksen dalam rutinitas harian, individu sebenarnya sedang membangun resiliensi jangka panjang terhadap burnout dan depresi, serta mengembalikan kualitas hidup yang lebih manusiawi.
 
"Tidak melakukan apa-apa bukanlah pemborosan waktu; itu adalah investasi untuk memastikan jiwa kita tetap utuh di tengah kebisingan dunia."
 
 
WRAP-UP!
Niksen mengajarkan bahwa nilai seorang manusia tidak ditentukan oleh tumpukan pekerjaan, melainkan oleh kemampuannya untuk berdamai dengan keheningan. Jadwalkan 5-10 menit "waktu tanpa tujuan" setiap hari sebagai bentuk apresiasi terhadap kesehatan mental Anda sendiri.
 
Looking to feature your brand and business through Alinear Indonesia’s Smart Publication & Smart Activation? Share your experience and consult with us today. Klik di sini!

Videos & Highlights

Editor's Choice