Contact Us
Find Our Page
// Instagram
// Follow Us

Sustainable Tech: Mendobrak Budaya Sekali Pakai Menuju Era Teknologi Berumur Panjang

Alinear Indonesia
21 February 2026
105
Sustainable Tech: Mendobrak Budaya Sekali Pakai Menuju Era Teknologi Berumur Panjang

"Pergeseran paradigma industri teknologi global yang mulai memprioritaskan keberlanjutan, hak untuk memperbaiki, dan jejak karbon yang lebih rendah."

Photo by gomi on Unsplash
 
Melawan Obsolescence Terencana
Selama beberapa dekade, industri teknologi terjebak dalam siklus planned obsolescence—sebuah strategi di mana perangkat dirancang dengan usia pakai terbatas agar konsumen terus membeli model terbaru. Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan krisis iklim dan tumpukan limbah elektronik (e-waste), lahir sebuah gerakan tandingan yang kuat: Sustainable Tech.
 
Masyarakat urban kini mulai mempertanyakan etika di balik gadget yang mereka gunakan. Mereka tidak lagi hanya terpukau oleh spesifikasi prosesor atau ketajaman kamera, tetapi juga mulai melihat seberapa mudah baterainya diganti, dari mana bahan bakunya berasal, dan apakah perangkat tersebut dapat didaur ulang secara sempurna di akhir masa pakainya.
 
"Inovasi sejati bukan lagi tentang seberapa cepat kita bisa mengganti perangkat, melainkan seberapa lama teknologi tersebut bisa memberikan manfaat bagi kita dan planet ini."
 

Photo by gomi on Unsplash
 
Gerakan Right to Repair: Kembalinya Kendali Konsumen
Salah satu pilar utama dari sustainable tech adalah gerakan Right to Repair (Hak untuk Memperbaiki). Gerakan ini menuntut perusahaan teknologi untuk menyediakan suku cadang, alat, dan buku panduan perbaikan bagi konsumen. Ini adalah perubahan besar dari kebijakan produsen yang biasanya menutup akses perbaikan mandiri demi mengarahkan konsumen ke layanan servis resmi yang mahal atau penggantian unit baru.
 
Dengan kemampuan untuk memperbaiki, masa pakai sebuah perangkat bisa diperpanjang dari 2-3 tahun menjadi 6-8 tahun atau lebih. Hal ini tidak hanya menghemat biaya secara personal, tetapi juga secara drastis mengurangi beban lingkungan akibat penambangan bahan mentah yang merusak ekosistem. Teknologi kini sedang didorong untuk kembali ke akarnya: fungsionalitas yang tahan lama.
 
 
Inovasi Material dan Ekonomi Sirkular
Inovasi di bidang teknologi hijau kini merambah pada pemilihan material. Penggunaan plastik daur ulang dari lautan, aluminium rendah karbon, hingga komponen yang bisa terurai secara alami (biodegradable) mulai menjadi standar baru bagi merek-merek visioner. Konsep ekonomi sirkular diterapkan, di mana produsen bertanggung jawab atas seluruh siklus hidup produknya—mulai dari produksi hingga proses pengambilan kembali untuk didaur ulang.
 
AI juga memainkan peran penting dalam hal ini. Algoritma cerdas kini digunakan untuk memantau kesehatan perangkat secara presisi, memberikan peringatan dini sebelum kerusakan permanen terjadi, dan mengoptimalkan penggunaan daya agar baterai tetap awet dalam jangka panjang. Teknologi tidak lagi sekadar tentang "lebih cepat" atau "lebih tipis", melainkan tentang "lebih cerdas dalam menjaga diri".
 

Photo by gomi on Unsplash
 
Tanggung Jawab Etis dan Preferensi Konsumen
Konsumen modern, terutama generasi milenial dan Gen Z, semakin menunjukkan bahwa mereka bersedia membayar lebih untuk produk yang memiliki nilai etis tinggi. Transparansi rantai pasok menjadi nilai jual. Mengetahui bahwa chip dalam ponsel tidak berasal dari area konflik atau bahwa pabrik perakitannya menggunakan energi terbarukan telah menjadi faktor penentu dalam keputusan pembelian.
 
A Greener Future at Your Fingertips
Merek-merek yang gagal beradaptasi dengan tuntutan keberlanjutan ini perlahan akan kehilangan relevansinya. Di sisi lain, perusahaan yang memelopori transparansi dan daya tahan produk akan membangun loyalitas merek yang jauh lebih dalam. Sustainable tech bukan lagi sekadar gimmick pemasaran, melainkan strategi bertahan hidup bagi industri teknologi di masa depan.
 

Photo by gomi on Unsplash
 
WRAP-UP!
Mengadopsi sustainable tech adalah langkah nyata dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan peradaban dan kelestarian alam. Saat kita memilih perangkat yang berumur panjang dan mendukung praktik perbaikan, kita sedang berinvestasi pada masa depan di mana teknologi benar-benar menjadi solusi, bukan beban bagi bumi.
 
"Gadget paling ramah lingkungan di dunia adalah gadget yang sudah Anda miliki saat ini, jika Anda bisa menjaganya tetap berfungsi lebih lama."
 
Teknologi berkelanjutan adalah masa depan industri digital yang mengedepankan efisiensi sumber daya dan tanggung jawab lingkungan di atas konsumsi berlebihan. Sebelum membeli perangkat baru, cek skor perbaikannya (repairability score). Pilihlah produk yang memberikan kemudahan akses servis agar investasi teknologi Anda bertahan lebih lama.
 
Apakah Anda setuju dengan gerakan Hak untuk Memperbaiki gadget sendiri? Bagikan dan tuliskan pendapat Anda!

Videos & Highlights

Editor's Choice