Contact Us
Find Our Page
// Instagram
// Follow Us

Kebangkitan Rasa Asam (Sour) & Fermentasi Global: Kombucha Lokal Hingga Kimchi Pedas

Alinear Indonesia
02 January 2026
90
Kebangkitan Rasa Asam (Sour) & Fermentasi Global: Kombucha Lokal Hingga Kimchi Pedas

"Rasa asam bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan flavor profile utama. Di tahun 2026, makanan yang 'berkembang biak' (fermented) adalah makanan yang paling dicari, karena menjanjikan sensasi rasa yang kompleks dan perut yang bahagia."

 
Rasa kompleks dan kesehatan usus. Pahami mengapa makanan dan minuman fermentasi kini menjadi bintang kuliner, menawarkan manfaat probiotics sekaligus kedalaman rasa yang tajam.
 
Kesehatan Usus adalah Kesehatan Mental
Selama bertahun-tahun, rasa manis dan gurih mendominasi kuliner. Namun, di era wellness 2026, fokus telah bergeser ke rasa asam (sour) dan umami yang mendalam, didorong oleh popularitas makanan dan minuman fermentasi. Konsumen semakin menyadari bahwa Gut Health (Kesehatan Usus) memiliki korelasi langsung dengan mental health dan imunitas.
 
Proses fermentasi, yang secara tradisional digunakan untuk pengawetan, kini diakui sebagai cara untuk meningkatkan nilai gizi makanan dengan menghasilkan probiotics (bakteri baik). Dari kombucha yang fizzy, pickle sayuran, hingga kimchi yang pedas, makanan fermentasi menawarkan ledakan rasa yang tajam (tangy) dan kaya, yang sulit ditiru oleh bumbu biasa.
 
Tren ini tidak hanya membawa manfaat kesehatan, tetapi juga membuka peluang besar bagi inovasi kuliner lokal dengan memanfaatkan bahan baku tradisional Indonesia.
 
Peran Fermentasi dalam Kesehatan dan Rasa – Fermentasi adalah proses kuno dengan manfaat modern.
 

Photo by Kim Daniels on Unsplash 
 
1. Kekuatan Probiotics dan Gut-Brain Axis
Makanan fermentasi secara alami mengandung probiotics, bakteri baik yang membantu menyeimbangkan mikrobioma usus. Penelitian menunjukkan adanya Gut-Brain Axis—hubungan dua arah antara usus dan otak. Usus yang sehat berkontribusi pada penurunan kecemasan, peningkatan mood, dan kekebalan tubuh yang lebih kuat.
 
2. Flavor Layering yang Kompleks
Proses fermentasi menciptakan lapisan rasa yang kompleks dan asam, yang disebut asam laktat. Rasa ini memberikan kedalaman (depth) dan dimensi yang membuat makanan lebih menarik daripada sekadar rasa manis-asin yang datar. Rasa asam yang tajam (tangy) juga merupakan penyeimbang yang sempurna untuk makanan berlemak atau gurih.
 
Menu Hype yang Didominasi Rasa Asam – Beberapa kategori F&B menjadi bintang utama dalam tren ini
 

Photo by Duong Ngan on Unsplash
 
•• Kombucha Lokal: Minuman teh fermentasi ini menjadi hype dengan brand lokal yang bereksperimen menggunakan buah-buahan dan rempah tropis Indonesia (misalnya kombucha mangga, nanas, atau jahe). Kombucha memberikan alternatif yang rendah gula dan kaya rasa dibandingkan soda manis.
 
•• Artisanal Pickles dan Sayuran Fermentasi: Pickles tidak lagi hanya mentimun. Kini tersedia pickle artisanal dari berbagai sayuran (wortel, lobak, bawang) yang difermentasi dalam brine berbumbu. Ini sering disajikan sebagai side dish wajib untuk Gourmet Sandwich (seperti dibahas di artikel sebelumnya) untuk memotong rasa creamy dan rich.
 
•• Modern Kimchi: Dipicu oleh budaya Korea, kimchi menjadi bahan baku serbaguna. Selain dimakan mentah, kini banyak menu F&B yang mengintegrasikan kimchi ke dalam masakan fusion, seperti kimchi fried rice dengan sentuhan lokal atau kimchi sebagai topping burger.
 
•• Fermentasi Tradisional Indonesia: Brand F&B kembali menyoroti kekayaan fermentasi lokal seperti Tempoyak (fermentasi durian), Tape (fermentasi singkong), dan berbagai jenis Asinan atau Cuko (kuah pempek) yang diasamkan secara alami.
 
DIY dan Mindful Fermentasi – Tren ini juga mendorong konsumen untuk mencoba do-it-yourself (DIY) di rumah.
 
 
1. Edukasi Starter Culture
Semakin banyak toko yang menjual starter culture (seperti SCOBY untuk kombucha atau mother cuka apel) dan memberikan workshop fermentasi. Ini membuat konsumen merasa lebih terhubung dengan makanan mereka dan proses sustainable.
 
2. Penyimpanan dan Longevity
Fermentasi secara alami memperpanjang usia simpan makanan tanpa bahan pengawet buatan, sejalan dengan tren zero-waste dan conscious consumption.
 

Photo by Brooke Lark on Unsplash
 
WRAP-UP! – Rasa Asam yang Memuaskan
Kebangkitan rasa asam dan fermentasi di tahun 2026 adalah kemenangan bagi gut health dan flavor complexity. Ini membuktikan bahwa makanan yang baik untuk tubuh tidak harus membosankan.
 
Dengan merangkul makanan fermentasi, kita tidak hanya memperkaya palet rasa kita, tetapi juga berinvestasi pada sistem internal kita—mengubah makanan menjadi terapi dan kenikmatan.
 
Dari kombucha, kimchi, atau pickle artisanal, minuman/makanan fermentasi mana yang pertama kali Anda ingin coba buat sendiri (DIY)? Bagikan target gut health Anda!

Videos & Highlights

Editor's Choice