Contact Us
Find Our Page
// Instagram
// Follow Us

The Rise of Dark Academia Aesthetic: Mengapa Generasi Muda Terobsesi dengan Novel Klasik, Tweedy Jackets, & Suasana Kampus Tua?

Alinear Indonesia
02 January 2026
64
The Rise of Dark Academia Aesthetic: Mengapa Generasi Muda Terobsesi dengan Novel Klasik, Tweedy Jackets, & Suasana Kampus Tua?

"Lebih dari Sekadar Tren Fashion. Ini adalah Gerakan Budaya yang Merayakan Intelektualisme, Melarikan Diri dari Kekacauan Digital, dan Meromantisasi Masa Lalu yang Hilang."

Photo by sombre on Unsplash
 
Pesona Keheningan di Era Bising
Pernahkah Anda merasa rindu pada suasana sunyi perpustakaan yang dipenuhi buku-buku tua? Atau terbayang diri Anda mengenakan turtleneck dan blazer tweed sambil membaca Plato di bawah cahaya lampu temaram? Jika ya, Anda telah disentuh oleh pesona Dark Academia—sebuah tren estetika dan gaya hidup yang sedang menjangkiti Generasi Z dan Milenial Awal.
 
Dark Academia (DA) adalah lebih dari sekadar outfit. Ini adalah pergerakan budaya yang meromantisasi pendidikan tinggi Eropa klasik, sastra Gotik, arsitektur vintage, dan pengejaran pengetahuan yang intens. Diperkuat oleh film dan serial populer seperti Harry Potter, Dead Poets Society, hingga Wednesday, DA menawarkan pelarian yang cerdas dan berkelas dari hustle culture dan kekacauan visual media sosial.
 
Mengapa Dark Academia Begitu Kuat Menarik Perhatian?
Kekuatan DA terletak pada kontrasnya dengan kehidupan modern yang serba cepat. Ada tiga alasan psikologis dan sosiologis utama mengapa estetika ini begitu diminati.
 
 
1. Nostalgia Intelektual dan Melarikan Diri
Tren ini muncul saat banyak institusi pendidikan tinggi beralih ke format daring dan impersonal. DA adalah ode (puisi pujian) terhadap pengalaman kampus klasik yang otentik—diskusi filosofis yang sengit, aroma kertas tua, dan suasana mistis hallway yang panjang. Ini adalah fantasi tentang kehidupan di mana waktu terasa melambat dan pikiran dihargai di atas segalanya.
 
2. Identitas yang Berakar pada Nilai
Di dunia yang mendewakan influencer dan kekayaan instan, DA menawarkan nilai identitas yang berbeda. Outfit yang terinspirasi DA (warna netral gelap, tweed, loafer, oxford shoes) adalah penanda bahwa seseorang menghargai kecerdasan, sastra, dan introspeksi, bukan hanya tren fana. Ini adalah cara untuk menunjukkan kedalaman diri tanpa harus mengatakannya.
 
3. Romantisisme yang Aman
Fiksi yang menginspirasi DA (seperti The Secret History) seringkali berlatar gelap, misterius, dan penuh rahasia. Bagi Gen Z, merangkul DA adalah cara yang aman untuk mengeksplorasi sisi melancholy dan kompleksitas hidup melalui estetika, tanpa harus mengalami drama yang sesungguhnya.
 
Panduan Mengadopsi Gaya Hidup Dark Academia
Mengadopsi DA tidak hanya berarti membeli blazer baru, tetapi mengintegrasikan filosofinya ke dalam gaya hidup.
 

Photo by sombre on Unsplash 
 
A. Gaya Busana (The Aesthetic Signature)
Kuncinya adalah layering dan tekstur. Pilih palet warna yang kaya dan muram: deep burgundy, forest green, navy, brown, dan charcoal greyItem Wajib yang harus Anda dimiliki yaitu, Turtleneck, kemeja putih berkerah tinggi, vest rajut, blazer atau coat dari bahan tweed atau wol, dan celana plaid. Untuk aksesorinya cobalah cari kacamata berbingkai tebal, jam tangan kulit klasik, tas selempang kulit vintage (untuk membawa buku dan jurnal), serta loafers atau sepatu brogue.
 
B. Gaya Hidup (The Intellectual Pursuit)
DA mendorong Anda untuk menjadi pelajar seumur hidup. Alihkan scrolling time Anda menjadi waktu untuk menulis jurnal, membuat sketsa, atau mencoba calligraphy. Mengonsumsi Sastra Klasik juga menjadi Fokus dengan membaca novel-novel klasik, filsafat, atau puisi alih-alih hanya mengikuti tren bacaan viral.
 
Cari dan kunjungi perpustakaan umum tua, toko buku bekas, museum seni, atau kafe dengan suasana vintage di kota Anda. Tempat-tempat ini adalah set yang sempurna untuk suasana DA.
 
C. Ruang dan Suasana (The Sanctuary) – Ciptakan sudut DA di rumah Anda untuk mendorong fokus dan kreativitas:
 
•• Dekorasi Vintage: Gunakan lilin, tumpukan buku tua (meskipun hanya untuk pajangan), peta dunia vintage, dan barang antik kecil.
 
•• Cahaya Temaram: Hindari pencahayaan yang terlalu terang. Gunakan lampu meja dengan tone hangat (kuning) untuk menciptakan suasana intim dan kondusif untuk membaca atau belajar.
 

Photo by Simo Ziani on Unsplash 
 
WRAP-UP! – Ketika Style Bertemu Substansi
Dark Academia berhasil karena ia memberikan alasan bagi generasi yang lelah dengan permukaan untuk kembali menghargai kedalaman. Ini adalah pengingat bahwa keindahan sejati dapat ditemukan dalam sunyi, dalam proses belajar, dan dalam romansa yang kita ciptakan dari kehidupan sehari-hari.
 
"Di tengah feed media sosial yang serba cepat, Dark Academia menawarkan sebuah pelarian mewah, yakni: kesempatan untuk menjadi karakter utama dalam novel Gothic tua, di mana nilai tertinggi adalah pengetahuan, keheningan, dan secangkir teh panas di perpustakaan berdebu."
 
Buku klasik apa yang akan Anda baca sebagai langkah pertama masuk ke dunia Dark Academia? Share rekomendasi Anda pada postingan Dark Academia di Instagram @alinear.id!
 
Mengadopsi DA berarti mengambil peran sutradara atas hidup Anda sendiri, memilih untuk melambat, dan mendefinisikan kembali kecanggihan sebagai hasrat tanpa akhir terhadap pengetahuan.

Videos & Highlights

Editor's Choice