ID | EN

4 Tipe Native Advertising

Sudah tahu tentang teknik periklanan yang satu ini? Simak!
Photo by Agefis on Unsplash
 
Native advertising atau native ad merupakan salah satu teknik periklanan yang biasanya muncul untuk periklanan online. Menurut Interactive Advertising Bureau (IAB), ada beberapa tipe native ads. Yuk, kenali lebih dalam dengan cara simak artikel berikut ini untuk mengetahui 4 tipe native ads yang sering digunakan untuk promosi maupun pemasaran bisnis Anda!
 
1. In-Feed Ad Units
Tipe native ad yang satu ini adalah yang paling banyak digunakan. In-Feed Ad Units memungkinkan iklan untuk menyerupai konten dari sebuah website atau platform lain di mana iklan tersebut diletakkan. Seakan-akan iklan tersebut merupakan bagian dari website tempat di mana iklan ditempatkan sehingga terkadang pembaca secara tidak sadar sedang melihat iklan yang dipasang oleh pengiklan. 
 

Photo by Austin Distel on Unsplash  
 
2. Search Ads
Tipe ini menempatkan iklan pada saat search engine menampilkan hasil pencarian. Tentunya iklan muncul saat keyword yang diketik berhubungan dengan iklan yang dipasang. Namun, ada kalanya iklan tidak muncul karena native ad juga menyesuaikan dengan preferensi pemilik device dan search engine history. Tipe ini juga termasuk dalam search engine marketing (SEM). 
 
3. Recommendation Widgets
Tipe iklan ini biasanya diisi dengan iklan dari website yang sama. Misalkan sebuah website yang berisi artikel ingin pembaca melihat artikel yang lain untuk meningkatkan visitor per artikel. Lalu di bawah satu artikel biasanya pengiklan akan menambahkan widget dengan tulisan “Baca juga…”, “See also…”, “Rekomendasi untuk Anda…” diikuti dengan artikel yang dimaksud. 
 
 
4. Promoted Listings
Promoted Listings biasanya muncul di situs e-commerce karena akan menampilkan iklan produk lain yang ingin dipromosikan. Pada saat mengakses situs e-commerce akan terlihat thumbnail berupa produk-produk yang dipromosikan, thumbnail tersebut merupakan bagian dari Promoted Listings.
Scroll To Top