Contact Us
Find Our Page
// Instagram
// Follow Us

Inclusivity dalam Warna & Ukuran: Menyambut Era Kecantikan & Fashion yang Benar-benar Representatif

Alinear Indonesia
07 January 2026
131
Inclusivity dalam Warna & Ukuran: Menyambut Era Kecantikan & Fashion yang Benar-benar Representatif

"Stop Standar Tunggal. Konsumen 2026 Menuntut Brand yang Jujur dan Merayakan Keragaman Tubuh dan Warna Kulit. Kegagalan Inclusivity Kini Berarti Kegagalan Pasar."

 
Tekanan Standar Kecantikan yang Tidak Realistis
Selama beberapa dekade, industri kecantikan dan fashion seringkali menjual standar yang sempit dan tidak realistis, baik dalam hal ukuran tubuh (sering hanya melayani ukuran S-M) maupun warna kulit (pilihan foundation yang terbatas). Di era media sosial yang semakin otentik, konsumen, terutama di pasar yang beragam seperti Indonesia, menolak standar tunggal ini.
 
Di tahun 2026, Inclusivity (Keterwakilan) telah menjadi inti dari kesuksesan brand. Ini adalah tuntutan konsumen yang mendesak brand untuk mengakui dan melayani keragaman populasi yang sesungguhnya—mulai dari pilihan warna foundation yang luas (shade range), hingga size range (rentang ukuran) pakaian yang melayani semua bentuk tubuh.
 
Brand yang gagal dalam inclusivity tidak hanya dicap tidak etis, tetapi juga kehilangan peluang pasar yang sangat besar dan loyal.
 

Photo by Jonathan Borba on Unsplash
 
Inklusivitas Warna (Shade Inclusivity) dalam Beauty – Keterwakilan warna kulit adalah titik nol inclusivity dalam produk kecantikan.
 
1. Melayani Spektrum Warna Indonesia
Indonesia memiliki spektrum warna kulit yang sangat luas. Brand yang berhasil harus menawarkan minimal 30-40 shades foundation atau concealer, mencakup undertones (rona dasar kulit) yang berbeda: dingin, hangat, dan netral. Kegagalan melayani undertones ini akan membuat produk terlihat ashy (keabuan) atau tidak natural.
 
2. Produk Multiguna yang Merata
Inklusivitas juga meluas ke produk lain, seperti lipsticks, blush-on, dan eyeshadow. Brand harus menunjukkan bahwa palet mereka terlihat indah dan berfungsi pada semua warna kulit, tidak hanya pada model dengan kulit cerah.
 
Inklusivitas Ukuran (Size Inclusivity) dalam Fashion – Fashion harus merayakan semua bentuk tubuh, bukan hanya yang kurus.
 
 
•• Rentang Ukuran yang Sejati: Size inclusivity berarti menawarkan ukuran yang diperluas, baik itu ukuran yang lebih kecil (XXS) maupun ukuran yang lebih besar (plus size, hingga XXL atau lebih). Desainer harus merancang pola pakaian dari awal untuk bentuk tubuh yang beragam, bukan sekadar memperbesar pola dasar ukuran kecil.
 
•• Perwakilan di Kampanye Pemasaran: Inclusivity tidak hanya berhenti pada produk. Kampanye brand harus menampilkan model dengan berbagai bentuk tubuh, usia, dan etnis. Representasi yang jujur dan otentik ini adalah kunci untuk membangun trust dan menunjukkan komitmen sejati.
 
•• Fokus pada Fit dan Kenyamanan: Pakaian plus size seringkali didesain tanpa mempertimbangkan fit dan comfort. Brand yang inovatif berinvestasi dalam riset untuk memastikan pakaian tidak hanya pas, tetapi juga terasa nyaman dan modis untuk setiap siluet.
 

Photo by Daria Magazzu on Unsplash 
 
Etika dan Authenticity – Inclusivity harus tulus, bukan sekadar strategi marketing yang cepat (tokenism).
 
1. Libatkan Komunitas
Brand yang sukses bekerja sama dengan individu dari berbagai latar belakang di setiap tahap desain—dari testing produk hingga feedback pemasaran.
 
2. Inclusivity Adalah Bottom Line
Ketika brand melayani audiens yang lebih luas, potensi pasar dan loyalitas pelanggan meningkat secara eksponensial. Inclusivity yang tulus kini adalah salah satu indikator terkuat dari kesehatan bisnis jangka panjang.
 
WRAP-UP! – Era Kecantikan dan Fashion yang Merayakan Anda
Inclusivity dalam warna dan ukuran bukan hanya tentang keadilan sosial. ini adalah tentang pengakuan terhadap kenyataan pasar. Konsumen 2026 tidak akan membuang uang mereka pada brand yang membuat mereka merasa tidak terlihat atau tidak dilayani.
 

Photo by Farrinni on Unsplash
 
Brand yang memimpin di masa depan adalah mereka yang menggunakan desain dan pemasaran untuk merayakan setiap individu, menjamin bahwa setiap orang dapat menemukan shade yang sempurna dan fit yang tepat—sebuah tanda bahwa fashion dan beauty akhirnya menjadi milik semua orang.
 
Apa satu produk kecantikan atau fashion yang paling Anda harapkan memiliki rentang ukuran atau warna yang lebih inklusif di Indonesia?
 
"Kecantikan dan fashion haruslah tentang membuat setiap orang merasa terlihat dan dilayani. Inclusivity bukan lagi pilihan etis, melainkan keharusan bisnis yang membedakan brand lama dari brand yang berorientasi masa depan."

Videos & Highlights

Editor's Choice