ID | EN

Tips Agar Nyaman Naik MRT Jakarta

Tips nyaman naik MRT Jakarta.

Apakah Anda sudah menjajal Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT)? Jika belum, segera lah mencoba, karena selama bulan April para penumpang hanya dikenakan setengah harga. Namun sebelum memutuskan mencoba, ada beberapa tips yang patut Anda coba agar nyaman naik MRT.

1. Naik dari Stasiun Terdekat
Ada 13 stasiun MRT yang membentang dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Stasiun-stasiun tersebut antara lain Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Fatmawati, Stasiun Cipete Raya, Stasiun Haji Nawi, Stasiun Blok A, Stasiun Blok M, Stasiun ASEAN, Stasiun Senayan, Stasiun Istora, Stasiun Bendungan Hilir, Stasiun Setiabudi, Stasiun Dukuh Atas, dan Stasiun Bundaran HI.

Ada baiknya, Anda memilih stasiun terdekat dari posisi Anda untuk mempermudah akses menuju stasiun. Tak hanya itu, pemilihan stasiun yang tepat juga akan berpengaruh pada tarif yang akan Anda keluarkan. Beberapa stasiun pun sudah ada yang terintegrasi dengan pusat perbelanjaan dan halte Transjakarta.

2. Menggunakan Kartu Uang Elektronik
Untuk menggunakan MRT, Anda dapat menggunakan kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank-bank terkemuka, seperti Flazz BCA, e-Money Bank Mandiri, Brizzi BRI, Tapcash oleh BNI, dan Jakcard Bank DKI. Anda juga dapat menggunakan kartu JakLingko. Selain itu, MRT Jakarta juga mengeluarkan dua jenis tiket, Single Trip dan Multi Trip. Kartu yang diberi nama Jelajah ini dapat dibeli di mesin penjual tiket dan loket yang tersedia di setiap stasiun.

Adapun kartu Jelajah Single Trip dijual Rp 15.000 dan akan dikembalikan setelah penggunaan maksimal tujuh hari dan dalam kondisi masih dapat digunakan. Sementara tiket Jelajah Multi Trip dijual Rp 25.000 dan dapat digunakan selama saldo masih cukup. Namun, jika Anda ingin membeli kartu Jelajah, Anda harus rela mengantre, apalagi saat jam-jam sibuk. Jika Anda sudah memiliki kartu uang elektronik, lebih baik menggunakan yang sudah ada karena tak perlu mengantre dan dapat langsung tapping.

3. Taati Peraturan
Ada beragam etika yang harus Anda pahami saat berada di stasiun atau di dalam Ratangga. Jika Anda melanggar, jangan salahkan jika petugas menegur atau terpaksa mengeluarkan Anda. Tentunya hal ini sangat tidak mengenakkan. Pertama, jangan berlari atau bermain di dalam stasiun ataupun di dalam kereta. Hal ini merupakan salah satu aturan yang diterapkan pengelola MRT Jakarta. Selain membahayakan, tindakan ini juga mengganggu kenyamanan penumpang lain. Pahami juga etika menggunakan eskalator dan lift. Berdirilah di sisi kiri lift jika Anda hanya ingin berdiri, sisi kanan dikhususkan untuk penumpang yang hendak berjalan terus atau terburu-buru.

Anda juga tak dapat sembarangan menggunakan lift. Lift diprioritaskan bagi penumpang disabilitas, ibu hamil, lansia, dan penumpang yang membawa anak atau barang berat. Demi kenyamanan bersama, saat sedang mengantre Anda juga harus memperhatikan petunjuk. Anda dilarang berdiri di depan akses masuk kereta atau area yang diberi tanda segitiga hijau. karena akan mengganggu penumpang yang akan turun dari kereta.

Hal yang tak kalah penting, di dalam stasiun dan peron tidak disediakan tempat sampah, kalau pun ada jumlahnnya sedikit. Ini karena MRT Jakarta menerapkan sistem di mana penumpang dianjurkan untuk tidak membawa sesuatu yang berpotensi menjadi sampah. Selain demi kebersihan sekaligus mengedukasi masyarakat, aktivitas pengangkutan sampah, khususnya di bawah tanah juga akan mengganggu aktivitas di dalam stasiun. Pengangkutan sampah akan sangat mengganggu, apalagi dengan akses pintu yang terbatas. Jadi sediakan tempat khusus di tas atau saku Anda untuk menyimpan sampah selama perjalanan.

4. Cari Tempat yang Pas di Dalam Kereta
Perlu diingat, gerbong ketiga dan keempat diprioritaskan untuk disabilitas. Jadi pilihlah gerbong yang sesuai. Di dalam kereta pun diterapkan berbagai peraturan seperti bangku prioritas, hingga larangan berdiri di depan pintu. Larangan makan dan minum di dalam kereta juga perlu diperhatikan.

5. Jika Ragu, Tanyakan pada Petugas
Petugas selalu siaga baik di stasiun, peron, hingga di dalam gerbong. Jangan ragu bertanya jika Anda membutuhkan informasi seputar perjalanan MRT. Tak hanya itu, petugas juga dengan senang hati membantu Anda jika mengalami kendala. Anda juga dapat melapor jika ada sesuatu terjadi, seperti melihat tindak criminal atau hal lainnya.

Scroll To Top