ID | EN

Ini Bahaya Penggunaan Sedotan Bagi Kesehatan Tubuh

Bahaya sedotan bagi kesehatan dan lingkungan.
Photo by Thoa Ngo on Unsplash
 
Karena alasan praktis dan lebih mudah saat menyesap minuman, ternyata sedotan masuk ke dalam daftar limbah yang tak hanya membahayakan kesehatan namun juga lingkungan.
 
Kebanyakan sedotan plastik mengandung bahan kimia seperti Bisphenol A atau yang juga dikenal dengan nama BPA. Saat digunakan untuk makanan atau minuman panas, bahan kimia tersebut akan terlepas, bercampur dengan makanan atau minuman dan menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, seperti kanker.
 
Bahkan, beberapa pakar kesehatan juga setuju jika penggunaan sedotan plastik untuk menyesap minuman bisa menyebabkan kembung. Hal tersebut terjadi karena udara berlebih yang masuk menuju saluran pencernaan melalui sedotan.
 

Photo by david lalang on Unsplash
 
Selain itu, menurut ahli estetika, sedotan plastik juga memberikan dampak buruk bagi bibir. Gerakan mulut saat menyedot dapat merusak elastisitas bibir sehingga menimbulkan keriput. Pada saat menyedot, otot bibir melakukan gerakan yang sama terus-menerus, hal tersebut yang mengakibatkan kandungan kolagen di sekitar bibir pecah.
 
Meski banyak orang yang percaya bahwa sedotan plastik dapat melindungi gigi dari efek kuning yang disebabkan oleh konsumsi kopi atau teh, ternyata gigi masih bisa rusak karena keduanya (kopi atau teh) masih mengenai gigi. Hal tersebut disebabkan karena kebanyakan dari mereka mengigit sedotannya di gigi bagian belakang, sehingga cairan minumannya masih mengenai gigi.
 
Jika tidak ingin keriput sebelum waktunya dan terserang kanker, Anda dapat mengganti sedotan plastik yang selama ini kerap digunakan dengan sedotan alternatif yang terbuat dari bahan-bahan lebih aman untuk kesehatan dan ramah lingkungan, seperti sedotan logam, sedotan bambu, sedotan jerami, sedotan akrilik, sedotan besi hingga sedotan kaca.
Scroll To Top